Hokum Gossen I berbunyi jika pemenuhan kebutuhan akan suatu barang yang di lakukan secara terus menerus , maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi namun semakin lama kenikmatan tersebut akan semakin menurun hingga akhirnya akan sampai mencapai batas jenuh.
Teori ini juga di kemukakan oleh Wiliam Stanley Jevons, seorang ekonom dan matematikawan inggris.
Agar pemahaman tersebut dapat lebih jelas kita serap, anggaplah kamu menyukai icecream. Suatu hari kebetulan pamanmu dating dan menteraktir ice cream sepuas-puasnya.
Tentusaja kamu antusias menyambut tawaran itu dan membeli 6 buah es krim sekaligus . eskrim pertama nikamatnya bukan main apa lagi itu es krim kesukaan mu, eskrim kedua makin terasa enak. Kepuasanmu meningkat es krim ke tiga masih terasa enak meskipun tidak seenak eskrim pertama , dan sampai pada akhirnya eskrim ke 6 kamu mulai merasa jenuh. Situasi ini dapat kita lihat pada table peraga yang ada di bawah ini.
Karena hokum Gossen ini juga menyinggung tentang nilai guna marjinal , kadang-kadang hokum glossen I disebut juga hokum nilai guna marjinal yang semakion menurun
Rabu, 29 Mei 2013
MOTIF EKONOMI
Pengertian motif dapat disamakan dengan dorongan atau alasan. Motif dalam banyak hal tergantung dari beberapa faktor, ada faktor dari dalam ada faktor dari luar. Faktor pendorong dari dalam bergantung dari kepribadiaan seseorang. Ada orang yang motivasinya tinggi untuk melakukan sesuatu, tidak cepat merasa puas, selalu ingin menemukan hal-hal baru, dan berani mengambil resiko. Tipe manusia seperti itu adalah tipe manusia wirausahawan. Ada juga orang yang motivasinya lemah untuk berbuat sesuatu, kurang mau bisnis, bersifat statis suka menerima penghasilan tetap, dan cepat puas menerima keadaan. Sementara itu faktor pendorong dari luar muncul dari lingkungan sekitar individu, seperti keluarga, teman, suami/istri, atau relasi.
1. Pengertian Motif Ekonomi
Motif ekonomi adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran. Dengan motif ekonomi orang melakukan kegiatan ekonomi, seperti memproduksi suatu barang atau menjalankan sebuah perusahaan. Tapi yang jelas motif ekonomi mula-mula adalah dorongan untuk kesejahteraan diri sendiri dan keluarga. Setelah hal itu terpenuhi akan timbul motivasi untuk menyejahterakan pihak lain.
a. Motif Ekonomi Individu
Motif ekonomi individu atau perorangan adalah keinginan meningkatkan taraf hidup. Jika selama ini sesorang makan dengan menu tahu dan tempe, sekarang setelah bekerja dia ingin makan dengan daging, buah segar, dan makanan lainnya.
Walau hidupnya sudah makmur, tetap saja dia ingin membuka usaha baru. Membuka usaha ini motifnya perluasan usaha. Setelah perusahaannya maju dan luas kegiatannya, tetapi ia tetap memperluas usahanya. Memperluas usaha ini motifnya adalah aktualisasi diri atau harga diri. Akan tetapi, jika orang membuka usaha untuk menolong orang lain, maka inilah motif yang paling tinggi atau mulia.
Perusahaan mempunyai tiga (3) motif ekonomi, yaitu:
1. Motif mencari keuntungan
Setiap perusahaan termotivasi melakukan kegiatan adalah dalam rangka untuk mencari keuntungan. Dengan kata lain, perusahaan selalu berorientasi pada keuntungan. Keuntungan ini menjadi motor penggerak dalam menjalankan usaha.
2. Motif memproduksi barang dengan harga murah
Dalam rangka menang dalam persaingan, perusahaan memiliki motif untuk memproduksi barang dengan harga murah tetapi tetap bermutu tinggi.
3. Motif menjaga kontinuitas perusahaan
Perusahaan didirikan dalam waktu yang tak terbatas, tapi perusahaan tetap ada jika kesinambungannya dijaga yaitu tetap memiliki laba. Dengan demikian, pihak-pihak yang ada di perusahaan tetap dapat melaksanakan aktivitasnya.Politik Ekonomi
Meskipun para pelaku ekonomi sudah menjalankan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi yang dilakukan secara hati-hati, bukan berarti akan berjalan tanpa kendala. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah perencanaan dan strategi yang disebut sebagai kebijakan ekonomi. Yang biasa dikenal dengan politik ekonomi.
Politik adalah upaya ingin memperbaiki kehidupan masyarakat. Jadi, sebenarnya secara murni orang berpolitik tujuannya adalah untuk memperbaiki keadaan. Politik ekonomi adalah kebijakan yang dijalankan untuk memperbaiki keburukan ekonomi yang sedang berlangsung. Misalnya, untuk memperbaiki inflasi maka pemerintah atau pemengang otoritas moneter dalam hal ini Bank Indonesia akan melaksanakan politik ekonomi yang disebut politik moneter. Politik meneter atau tindakan moneter yang dijalankan untuk menekan laju inflasi adalah menaikkan diskonto, melaksanakan operasi pasar terbuka, dan meningkatkan cadangan umum bank-bank komersial.
Langganan:
Postingan (Atom)


